Rabu, 06 Juni 2012

Faedah-faedah Berdzikir


PERINTAH BERDZIKIR
dan FAIDAH-FAIDAH DZIKIR
Makalah

Disusun guna memenuhi
Tugas Akhir Semester
Mata Kuliah : Praktikum Ibadah
Dosen Pengampu : A.Hamdani, Lc MA














Disusun Oleh :
Ali Ridhwan
NIM    : 210087
 

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN SYARIAH / EI
2011


I.                   PENDAHULUAN.
Tiada daya dan kekuatan kecuali milik Allah yang maha tinggi dan maha Agung. Allah adalah yang layak dimintai dan diharapkan pengabulannya. Dialah yang melindungi kalian di dunia dan di akhirat, yang melimpahkan nikmat-Nya yang tampak maupun yang tidak tampak, menjadikan kalian termasuk orang-orang yang bersyukur apabila diberi nikmat, sabar jika mendapat cobaan dan memohon ampunan jika berdosa. Tiga sifat ini merupakan inti kebahagiaan hamba, tanpa keberuntungannya di dunia dan di akhirat.
Zikir kepada Allah adalah kehadiran yang sebenarnya bersama Allah mengingat karunia-karunia-Nya, dan menyucikan asma-Nya. Zikir dapat mengantarkan seseorang ke alam cinta (mahabbah) serta dekat kepada Allah (taqarrub ilallah). Zikir kepada Allah berarti hijrahnya seseorang dari alam lalai menuju alam ingat, yang dapat mengantarkannya kea lam makrifatullah (mengetahui Allah).

II.                RUMUSAN MASALAH.
1.      Bagaimana perintah Dzikir kepada Allah?
2.      Apa saja faidah-faidah Dzikir?


III.             PEMBAHASAN.
1.      Perintah Dzikir atau Menyebut Asma Allah.
Dzikrullah atau mengingat Allah. Inilah salah satu nyanyian religius yang seharusnya dilakukan orang-orang mukmin dan muslim, baik ada saat puasa Ramadhan maupun kapan serta dimana saja berada. Zikir kepada Allah merupakan tujuan dari setiap ibadah. Segenap ibadah adalah zikir. Jadi, hikmah dari setiap pelaksanaan ibadah kepada Allah adalah zikir.
Orang bersungguh-sungguh mengingat (zikir) Allah akan mendapatkan kedudukan terhormat disisi-Nya. Kedudukan tertinggi martabat orang-orang yang didekatkan pada-Nya akan diberikan Allah kepada para penzikir. Orang yang rajin berzikir, misalnya, lebih tinggi kedudukannya disbanding dengan orang yang suka bertafakur. Sebab, bagi kalangan sufi, tazakkur (mengingat) merupakan hasil dari tafakkar (merenung).[1]
Rasulullah SAW memerintah menyebut asma Allah. Beliau mengupamakan orang yang menyebut asma Allah dengan seseorang yang dikejar musuh, lalu dia berlindung disebuah benteng sehingga dapat menyelamatkan diri. Begitu pula hamba tidak bisa menyematkan diri dari syetan kecuali dengan menyebut asma Allah.
Ibnu Abbas berkata, “syetan mendekam didalam hati Bani Adam. Jika dia lalai dan lengah, maka syetan berbisik, dan jika dia menyebut asma Allah, maka setan bersembunyi.”
Dalam musnad Al-imam Ahmad disebutkan dari Abdul Aziz bin Abu Salamah, dari Ziyad bin Abu Ziyad, budak Abdullah bin Iyasy bin Abu Rabi’ah, bahwa dia mendengar dari Mua’dz bin Jabal berkata, “Rasulullah SAW  bersabda:
“sama sekali tidak ada amal yang dilakukan anak adam, yang bisa menyelamatkannya dari azab  Allah selain dari zikir kepada Allah azza wa jalla.” (Diriwayatkan Ahmad).
            Dari Mua’dz bin Jabal, dari rasulullah SAW, beliau bersabda:
“maukah kalian jika kukabarkan kepada kalian tentang amal-amal kalian yang paling baik dan paling suci di sisi Penguasa kalian, palingtinggi untuk derajat kalian, lebih baik bagi kalian daripada menafkahkan emas dan perak, lebih baik daripada kalian berhadapan dengan musuh lalu kalian dapat memenggal leher mereka dan merekapun memenggal leher kalian?” Mereka menjawab, “baik wahai Rasulullah”. Beliau bersabda, “zikir kepada Allah azza wa jalla.” (Ditakhrij Ahmad).
            Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah SAW melalui sebuah jalan di Makkah. Lalu beliau mendaki sebuah bukit yang disebut Jumdan. Beliau bersabda, “berjalanlah kalian. Ini adalah Jumdan. Para mufarridun telah berlalu.”
            Para sahabat bertanya, “siapakah para mufarridun itu wahai Rasulullah?”
            Beliau menjawab, “mereka yang banyak menyebut asma Allah, laki-laki dan wanita.” (Ditakhrij Muslim).
            Tidak ada yang bisa membedakan antara orang yang hidup dan mati kecuali dengan dzikir. Artinya, perumpamaan orang yang berzikir dan yang tidak berzikir adalah seperti orang yang hidup dan orang yang sudah mati.

2.      Faidah-Faidah Dzikir.
Faidah dzikir banyak sekali, bias mencapai ratusan lebih. Kmi sebutkan sebagian diantaranya:
1)      Mengusir syetan, menundukkan dan mengenyahkannya.
2)      Membuat Allah ridha.
3)      Menghilangkan kesedihan dan kemuraman dari hati.
4)      Mendatangkan kegembiraan dan kesenangan di dalam hati.
5)      Menguatkan hati dan badan.
6)      Membuat hati dan wajah berseri.
7)      Melapangkan rezki.
8)      Menimbulkan rasa percaya diri dan charisma.
9)      Menumbuhkan rasa cinta yang merupakan ruh Islam, menjadi inti agama, poros kebahagiaan dan keselamatan.
Allah telah menjadikan segala sesuatu ada sebabnya. Maka dia menjadikan sebab cinta adalah dzikir secara terus-menerus. Barang siapa ingin mendapatkan cinta Allah, maka hendaklah senantiasa berzikir dan mengingat Allah. Belajar dan mengingat merupakan pintu ilmu. Zikir merupakan pintu cinta, dan jalan untuk itu sangatbesar dan lurus.
10)  Menumbuhkan perasaan bahwa dirinya diawasi, sehingga mendorongnya untuk selaluberbuat bajik. Dia beribada kepada Allah seakan-akan Allah melihat dirinya secara langsung. Tai orang yang lalai untuk berzikir tidak akan sampai kepada kebajikan, sebagaimana orang yang hanya duduk saja tidak akan sampai ke tempat tujuan.
11)  Membuahkan ketundukan, yaitu berupa diri kepasrahan kepada Allah dan kembali kepada-Nya. Selagi dia lebih banyak kembali kepada Allah dengan cara menyebut ama Allah, maka dalam keadaan seperti apapundia akan kembali kepada Allah dengan hatinya, sehingga Allah menjadi tempat mengadu dan tempat kembali, kebahagiaan dan kesenangannya, tempat bergantung tatkala mendapat bencana dan musibah.
12)  Membuahkan kedekatan kepada Allah. Seberapa jauhdia berzikir kepada Allah, maka sejauh itu pula kedekatannya dengan Allah, dan seberapa jauh dia lalai melakukan zikir, maka sejauh itu jarak yang memisahkannya dengan Allah.
13)  Membukakan pintu yang lebar dari berbagai pintu ma’rifat. Semakin banyak dia berzikir, maka semakin lebar pintu yang terpampang di hadapannya.
14)  Membuahkan keengganan kepada Allah dan pengagungan-Nya, karena dia merasakan kebersamaan dengan Allah. Berbeda dengan orang yang lalai. Tabir keenggangan ini sanga tipis di dalam hatinya.
15)  Membuatnya selalu ingat Allah, sebagaimana firman-Nya, “Maka ingatlah Aku, niscaya Aku mengingat kalian.” (Al-Baqarah: 152).
16)  Membangkitkan kehidupan didlam hati. Kami pernah mendengar Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Zikir bagi hati sama dengan air bagi ikan. Apa yang terjadi dengan ikan andaikan dia dipisahkan dari air?”
17)  Zikir merupakan santapan hati dan ruh. Jika hati dan ruh kehilangan santapannya, maka sama dengan badan yang tidak mendapatkan santapannya.
Suatu kali kami menemui Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah yang sedang shalat subuh. Seusai shalat dia berzikir kepada Allah hingga sampai tengah hari. Pada saat itu dia menengok ke arahku seraya berkata, “Inilah santapanku. Andaikan aku tidak mendapatkan santapan ini, tentu kekuatanku akan hilang.”
18)  Membersihkan hati dari karatnya. Segala sesuatu ada karatnya. Karathati adalah lalai dan hawa nafsu. Sedang untuk membersihkan karat ini ialah dengan bertaubat dan istighfar.
19)  Menyingkirkan kesalahan dan mengenyahkannya. Dzikir merupakan kebaikan yang paling agung. Sementara kebaikan dapat menyingkirkan keburukan.
20)  Menghilangkan kerisauan dalam hubungan antara dirinya dan Allah. Orang yang lalai tentu akan dihantui kerisauan antara dirinya dengan Allah, yang tidak bias dienyahkan kecuali dengan zikir.
21)  Takbir, tasbih, dan tahmid ynag diucapkan hamba saat zikir akan mengingatkannya saat dia ditimpa bencana.
22)  Hamba yang mengenal Allah, dengan cara berzikir saat lapang, menjadikan dirinya tetap mengenal-Nya saat menghadapi kesulitan.
23)  Menyelamatkan dari adzab Allah, sebagaimana yang dikatakan Mua’dz bin Jabal, dan dia memarfu’kannya, “Tidak ada amal yang dilakukan anak adam yang lebih menyelamatkannya dari adzab Allah selain dari zikir kepada Allah.”
24)  Menyebabkan turunnya ketenangan, rahmat menyelubungi dan para malaikat mengelilingi orang yang berzikir, sebagaimana yang disabdakan nabi SAW.
25)  Mengalihkan lidah dari ghibah, adu domba, dusta, kekejian dan kebatilan.
Tentunya seorang hamba perlu berbicara. Jika bicaranya bukan merupakan zikir kepada Allah, tetapi berupa hal-hal yang diharamkan ini, maka tidak ada yang bisa menyelamatkannya kecuali dengan zikir.
Cukup banyak pengalaman dan kejadian yang membuktikan hal in. siapa yang membiasakan lidahnya untuk berzikir, maka lidahnya lebih terkaga dari kebatilan dan canda. Namun sipa yang lidahnya tidak pernah mengenal zikir, maka kebatilan dan kekejian benyak meluncur dari lidahnya.
26)  Majlis zikir merupakan majlis para malaikat. Sedangkan majlis kelalaian dan permainan merupakan majlis setan. Hendaklah seorang hamba memilih mana yang lebih dia sukai dan yang lebih dia prioritaskan. Karena dengan begitulah dida akan menentukan tempat di dunia dan di akhirat.
27)  Dengan berzikir kepada Allah, maka pelakunya akan merasa bahagia, begitu pula orang yang berdekatan dengannya. Dialah orang yang senantiasa mendapatkan berkah. Tapi orang yang lalai, dia akan senantiasa gundah karena melalaikannya, begitu pula orang yang berdekatan dengannya.
28)  Zikir memberikan rasa aman dari penyesalan pada hari kiamat. Karena majlis yang di dalamnya tidak ada zikir kepada Allah, maka menjadi penyesalan bagi pelakunya pada hari kiamat.
29)  Berzikir kepada Allah sambil meneteskan air saat di kala sendirian, akan menjadi perlindungan bagi pelakunya dari panas matahari pada hari kiamat, karena dia dilindungi Allah. Sementara orang lain yang tidak berzikir kep[ada Allah tersengat oleh panasnya matahari saat itu.
30)  Menyibukkan diri dengan zikir membuat karunia Allah lebih baik daripada karunia yang diberikan kepada orang yang memohon kepada-Nya.
31)  Zikir merupakan ibadah yang paling mudah, namun paling agung dan paling utama. Sebab gerakan lidah merupakan gerakan anggota tubuh yang  paling ringan dan paling mudah. Andaikan ada anggota tubuh lain yang harus bergerak seperti gerakan lidah selama sehari semalam, tentu ia akan kesulitan meleksanakannya dan bahkan tidak mungkin.
32)  Zikir merupakan tanaman surga, sebagaimana yang diriwayatkan At-Tirmidzy, ini hadis hasan gharib. Dari Nabi SAW  bersabda,
“Barang siapa mengucapkan, “subhanallah wa bihamdihi” maka ditanamkan baginya pohon lorma di surga.”
Menurut At-Tirmidzy, ini hadis hasan shahih.
33)  Pemberian dan karunia yang dilimpahkan karena zikir ini tidak pernah dilimpahkan karena amal yang lain. Di dalam asy shahihain disebutkan dari abu hurairah, bahwa rasulullah SAW bersabda:
“barang siapa mengucapakan, ‘La ilaha illallah wahdahu la syarika lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir’, seratus kali dalam sehari, maka dia mendapat pahala seperti pahala membebaskan sepuluh budak perempuan, ditetapkan baginya seratus kebaikan, dihapuskan darinya seratus keburukan dan hal itu menjadi perlindungan dari syetan pada hari itu hingga petang hari, dan tidak ada seseorang yang membawa sesuatu yang lebih baik daripada apa yang dibawa orang itu, kecuali orang yang melakukannya lebih banyak lagi.barang siapa mengucapkan, ‘Subhanallah wa bihamdihi’ seratus kali dlam sehari, maka dihapuskan darinya kesalahan-kesalahannya, sekalipun kesalahan-kesalahan itu seperti buih lautan.” (Ditakhrij Al-Bukhori dan Muslim).
34)  Terus-menerus zikir kepada Allah membuatnya tidak melalaikan Allah. Padahal lalai mengingat Allah merupakan sebab penderitaan hamba di dunia dan di akhirat. Siapa yang melalaikan Allah juga akan lalai terhadap dirinya sendiri dan kemaslahatannya.
Allah berfirman,
“Dan, janganlah kalian seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itu oaring-orang yang fasik.” (Al-Hasyr: 19).
35)  Dikir senantiasa menyertai hamba sekalipun dia berada di tempat tidur, di pasar, saat sehat, saat sakit, saat mendapatkan kenikmatan dan kesenangan, saat menderita dan mendapat cobaan, bahkan zikir itu menyertai hamba saat dia tertidur pulas diatas tempat tidur. Orang yang lalai bias bangun lebih dahulu, tapi dia harus menghadapi perjalanan yang berat. Tapi orang yang berzikir sambil tidur masih terlentang di tempat tidurnya dengan nyenyak. Ini merupakan nikmat Allah yang diberikan kepada siapapun yang dikehendaki-Nya.
36)  Zikir merupakan cahaya bagi oarnag yang berzikir di dunia, merupakan cahaya baginya di kuburan, merupakan cahaya baginya di tempat kembalinya, meneranginya saat berlalu diatas ash-shirath, dan tidak ada yang bias menyinari kubur seperti cahaya yang berasal dari zikir. Allah berfirman,
“Dan, apakah orang yang sudah mati, kemudian dia kami hidupkan dan kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya?” (Al-An’am: 122).
Orang pertama yang disebutkan dalam ayat ini adalah orang mukmin yang mendapat cahaya karena imannya kepada Allah, cinta dan zikir kepada-Nya. Sedangkan orang kedua adalah orang yanpa terhadap Allah, tidak mau berzikir dan mencintai-Nya. Yang pertama mendapatkan segala keberuntungan dan berada dalam keadaan yang terang, sedangkan orang kedua mendapatkan segala penderitaan dan berada dalam kegelapan.
37)  Zikir merupakan pangkal landasan, jalan manusia secara umum dan kekuasaan yang ditebarkan.. siap yang dibukakan untuk melakukan zikir , berarti telah dibukakan baginya untuk menuju kepdpada Allah. Untuk itu hendaklah dia segera bersuci lalu menghadap kepada Allah, dan si sisi-Nya dia akan mendapatkan apa pun yang dikehendakinya. Selagi dia mendapat Rabb-nya, berarti dia telah mendapatkan segala sesuatu dan selagi tidak mendapatkan Rabb-nya, maka dia tidak mendapatkan apapun.
38)  Didalam hati ada suatu celah yang sama sekali tidak bias disumbat kecuali dengan zikir. Jika zikir merupakan semboyan hati dan ia juga mengingatkan jalan yang seharusnya ditempuh, maka inilah yang disebut zikir yang dapat menutup celah, sehingga orangnya menjadi kaya bukan karena harta, terpandang bukan karena keturunan, disegani bukan karana kekuasaan.
39)  Zikir dapat menghimpun yang bercerai berai dan mencerai beraikan yang terhimpun, mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.
40)  Zikir menggugah hati dari keadaanya yang selalu tidur dan membangungkannya dari keadaannya yang selalu mengantuk.
41)  Zikir merupakan sebatang pohon yang membuahkan pengalaman dan keadaan yang biasa dilalui orang-orang yang menuju jalan Allah.
42)  Orang yang berzikir (mengingat) senantiasa merasa dekat orang yang diingat, atau diingat seakan besertanya.
43)  Zikir sama dengan memerdekakan budak wanita, menafkahkan harta dan mengangkat pedang fi sabilillah.
44)  Zikir adalah pangkal syukur. Orang yang tidak bersyukur kepada Allah adalah orang yang tidak mengingatnya. Aisyah berkata, “Rasulullah SAW biasa berzikir kepada Allah dalam setiap keadaannya.” (Ditakhrij Muslim).
Beliau menghimpun zikir dan syukur, sebagaimana Allah menghimpun keduanya dalam firman-Nya,
“karena itu ingatlah kalian kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku.” (Al baqarah: 152).
Dikir dan syukur merupakan paduan keberuntungan dan kenikmatan.
45)  Orang yang paling mulia di mata Allah di antara orang-orang yang bertaqwa ialah yang lidahnya selalu basah karena zikir.
46)  Di dalam hati itu ada kekerasan yang tidak bias dicairkan kecuali dengan zikir kepada Allah. Maka kekerasan hati seorang hamba harus diobati dengan zikir kepada Allah.
47)  Zikir merupakan penyembuh bagi hati dan obat bagi penyakitnya. Hati yang sakit hanya bisa disembuhkan denmgan zikir kepada Allah. Makhul berkata, “mengingat Allah itu merupakan kesembuhan dan mengingat manusia merupakan penyakit.”
48)  Zikir merupakan pangkal wala’ kepada Allah dan kepalanya.
49)  Tidak ada yang bias mendatangkan nikmat Allah san mengenyahkan penderitaan seperti yang dilakukan zikir kepada Allah. Zikir mendatangkan nikmat dan mengusir penderitaan.
50)  Zikir mendatangkan shalawat Allah dan para malaikat-Nya. Siapa yang mendapat shalawat Allah dan para malikat, maka dia adalah orang yang sangat beruntung. Allah berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nma) Allah, zikir sebanyak-banyaknya. Dan, bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang member rahmat kepada kalian dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untuk kalian), supaya Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan, adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (Al-Ahzab: 41-43).[2]



IV.             KESIMPULAN.
Rasulullah SAW memerintah menyebut asma Allah. Beliau mengupamakan orang yang menyebut asma Allah dengan seseorang yang dikejar musuh, lalu dia berlindung disebuah benteng sehingga dapat menyelamatkan diri. Begitu pula hamba tidak bisa menyematkan diri dari syetan kecuali dengan menyebut asma Allah.
Ibnu Abbas berkata, “syetan mendekam didalam hati Bani Adam. Jika dia lalai dan lengah, maka syetan berbisik, dan jika dia menyebut asma Allah, maka setan bersembunyi.”
Dalam musnad Al-imam Ahmad disebutkan dari Abdul Aziz bin Abu Salamah, dari Ziyad bin Abu Ziyad, budak Abdullah bin Iyasy bin Abu Rabi’ah, bahwa dia mendengar dari Mua’dz bin Jabal berkata, “Rasulullah SAW  bersabda:
“sama sekali tidak ada amal yang dilakukan anak adam, yang bisa menyelamatkannya dari azab  Allah selain dari zikir kepada Allah azza wa jalla.” (Diriwayatkan Ahmad).
Dari Mua’dz bin Jabal, dari rasulullah SAW, beliau bersabda:
“maukah kalian jika kukabarkan kepada kalian tentang amal-amal kalian yang paling baik dan paling suci di sisi Penguasa kalian, palingtinggi untuk derajat kalian, lebih baik bagi kalian daripada menafkahkan emas dan perak, lebih baik daripada kalian berhadapan dengan musuh lalu kalian dapat memenggal leher mereka dan merekapun memenggal leher kalian?” Mereka menjawab, “baik wahai Rasulullah”. Beliau bersabda, “zikir kepada Allah azza wa jalla.” (Ditakhrij Ahmad).


DAFTAR PUSTAKA

Ø  Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Kalimat Tayyibah: Kumpulan Do’a dan Zikir, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 1998
Ø  Azyuwardi Azra, Malam Seribu Bulan, Erlangga, Jakarta, 2005



[1] Azyuwardi Azra, Malam Seribu Bulan, Erlangga, Jakarta, 2005, hal 134-135
[2] Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Kalimat Tayyibah: Kumpulan Do’a dan Zikir, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 1998, hal 66-103

Selasa, 05 Juni 2012

Cerpen Cinta


KETIKA TAKDIR MENGUJI CINTA
Cerpen Rudi Al-Farisi

DUBRAK…” banting pintu kamar kost nya.
Hari yang melelahkan..” getar bibirnya pelan.

Sejurus ia langsung nyalakan AC kamarnya. ia campakkan tas kerjanya, ia rebahkan badannya..Wusss… angin sejuk langsung menampar tubuhnya. Ia lihat jam di dinding, masih jam empat, masih ada satu jam lagi. Ucapnya pelan.

Ia baringkan badannya dikasur, ia hendak istirahat sejenak sebelum berangkat kuliah, rencana hatinya. Karena baginya waktu sangat bermanfaat dalam hidupnya, aktivitasnya cukup sibuk, pagi ia bekerja, sore hari ia kuliah. Ia bekerja di sebuah perusahaan cukup besar di kota dumai itu, penghasilannya lebih dari cukup, maka dari itu, untuk sekolah adiknya, ia yang mengambil alih.
            Ti dit…ti dit…
            Tidurnya terganggu dengan dering HP nya.
Ada sms masuk, ucap batinnya. Ia baca’”
          
            Ass.. mas Irul.. sebelumnya aku
            Mohon maaf beribu maaf mas..
            Dalam keputus asaanku. Aku ingin
            Mengabarkan bahwa aku akan
            Menikah esok hari.
            Allah mentakdirkan lain.
            Doakan aku ya mas…

 Spontan ia kaget, ia bingung, ada apa yang terjadi dengan Luna. Tanya batinnya. Luna adalah pacarnya, cinta yang ia jalin hampir tiga tahun itu, tiba tiba hancur berkeping keping, tak tahu apa penyebabnya, padahal baru bulan kemaren ia mengunjungi Luna dan keluarganya. Semua berjalan lancar penuh dengan canda tawa.

Ia coba telpon, tenyata tidak aktif. Ia coba kembali, tetap masih nada yang sama. Ia bangkit dari kasurnya, semula jadwalnya hari itu hendak kuliah, sementara waktu ia batalkan dulu.

Hatinya masih risau dan bingung, sekejap mata ia langsung tancap gas menuju rumahnya Luna, dengan mengendarai sepeda motornya, ia melaju membelah jalan       dengan hatinya bertanya Tanya.

Ya Rabb… apa yang terjadi ya rabbi. Rintih hatinya bingung.
Di jalan, ia melaju dengan kecepatan tinggi, ia ingin tahu segera, gerangan apa yang terjadi dengan pacarnya. Baru bulan yang lalu ia merencanakan bersama keluarganya luna untuk melamar Luna setelah kuliahnya selesai, hanya tinggal menunggu skripsinya selesai saja baru ia akan wisud
Setelah sampai didepan rumah Luna, ia langsung memarkirkan sepeda motornya, jarak rumah luna cukup jauh dari tempat kostnya,            Tok…tok…tok… assalamu’alaikum. Sapanya sambil mengetuk pintu. Ia tunggu sejenak, belum ada jawaban, ia ulangi tok..tok..tok…assalamu’alaikum..
            Wa’alaikum salam, pintunya terbuka, ternyata ibunya Luna,
Sore bu.. maaf menggangu.. Lunanya ada bu… sapanya ramah.
            Eh… nak irul, silahkan masuk dulu nak...jawab ibunya luna sambil mempersilahkan masuk. Terima kasih bu…
            Ia tatap wajah ibunya luna, ada kegelisahan dan kesedihan yang mendalam tergambar dari raut wajahnya, mukanya terlihat pucat melihat irul yang datang. Hatinya semakin bingung.
            Luna nya ada bu…? Tanya penasaran..
Ibunya luna diam menunduk sesaat… Lu..luna pergi ke pekan baru bersama ayahnya nak irul. Emang nak irul tidak diberi tahu luna..? jawab ibunya dengan getar bibir terbata bata.
            Justru itu bu.. aku ingin menanyakan perihal apa yang terjadi dengan luna,,? Tiba tiba aku mendapat sms dari luna…? irul menjelaskan maksud kedatangannya.
            Tiba tiba mata ibunya luna berkaca kaca dan menunduk diam sesaat. Ada kepedihan dalam batinnya, suasana ruangan itu menjadi hening, hati irul semakin bingung bercampur gelisah,
            Bu… apa yang terjadi dengan luna bu..? Tanyanya memecah keheningan.
Ma…maafkan kami nak irul.. maafkan kami.. takdir Allah lah yang berkuasa. Jawab ibunya luna dengan terbata.
            Sebenarnya..apa yang terjadi bu..?
            Ba…baiklah.. ibu coba menjelaskan semua, kami telah menerima kuasa takdir Allah, se..sebenarnya yang terjadi adalah bermula saat luna seminar di pekan baru. Dua hari setelah nak irul datang bulan kemaren kesini. Luna minta izin mengikuti seminar itu. Kampusnya luna mengirim utusan dua orang untuk mengikuti seminar itu. Luna salah satunya, seminar IPTEK itu diadakan pemko pekan baru. Ia berangkat bersama Indra teman kampusnya, indra adalah anak ketua yayasan kampusnya luna, seminar itu berlangsung dua hari. Kampusnya luna memberikan fasilitas dua kamar hotel untuk menginap. Tiba tiba suara ibunya luna terhenti dan tangisnya semakin menjadi jadi.
            Dengan perasaan gelisah hati irul menebak nebak apa yang terjadi.
Tenang bu..” sabar bu..
            Tangis ibunya luna diam sesaat, ia coba menerima realita yang ada, lalu ia melanjutkan,
            Sepulangnya luna dari pekan, wajah luna tampak pucat, kami coba menanyakan ada apa dengannya. Ia tak mau cerita, tetapi kami coba merayu dan memaksanya. Dengan hati menjerit dan berlinang air mata, ia menjelaskan,, bahwa ia .. bahwa ia … Dijebak dan DIPERKOSA oleh indra. Tiba tiba tangis ibunya luna kembali meledak, air matanya mengalir deras, Ternyata…. indra telah lama menyukainya. ia mengetahui bahwa luna akan segera dilamar nak irul. Maka itu, dalam kesempatan adanya seminar itu, ia minta kepada

Hati irul pedih, langit seakan runtuh ia rasa. Matanya berkaca kaca, badannya kaku serasa lumpuh, bibirnya

Kami pihak keluarga telah sepakat untuk menikahkan luna dengan indra. Maafkan kami nak irul..maafkan kami….Ibunya luna mengakhiri penjelasannya.

Suasana jadi mencekam, hati irul seakan ingin meledak, wajahnya menunduk, ada yang menetes dari matanya. Ia tidak kuat untuk menahan perasaannya. Ia langsung pamit,,
Ass…assalamu’alaikum bu. Saya pamit, sampaikan salam tegarku buat luna. 

Dalam perjalanan pulang bibirnya terus bertasbih, hatinya remuk, matanya terus mengalirkan sesuatu. Pernikahan yang ia rencanakan gagal, wisuda yang ia tunggu tunggu sebagai awal puncak kesuksesan masa depannya, terasa tak bermanfaat lagi. Luna adalah  gadis cantik dan jelita, pujaan hatinya itu telah terbang dibawa seekor elang yang rakus tak bermoral.

Sesampainya dikamar kostnya. Ia menangis sejadi jadinya.. ia meratap kepada tuhannya, ia mohon diberi kekuatan dan ketabahan, ia larut dalam kesedihan, tiba tiba suara adzan maghrib berkumandang ia dengar. Panggilan tuhan merasuk dalam batinnya.

Dengan berlinang air mata ia mencoba tegar menghadapi kuasa Allah itu. Ia wudhu’, ia bentangkan sejadahnya, ia bertakbir.

Usai sholat, ia munajat kepada rabbnya. Ia bertafakkur, ia roboh bersujud dihadapan takdir Allah. Ia utarakan kegundahan hatinya. Ia berharap diberikan cinta diatas cinta.

 Enam bulan telah berlalu, dengan hati yang tegar ia selesaikan kuliahnya. Kini ia akan meraih gelar S1 nya. Namun dari hari kehari bayangan luna masih saja hadir dalam benaknya. Tanpa kabar, tanpa pertemuan, dan tanpa penjelasan terakhir dari bibir luna. setelah hari yang pahit itu. Ia coba menata kembali masa depannya.

Di hari wisudanya itu. Sengaja ia panggil ibunya dari kampung untuk mendampinginya. Senyum ibunya itulah yang membuat ia cukup terhibur menghadapi hari yang ia tunggu tunggu dulu. Hari yang semula ia rencanakan untuk melamar luna. tapi keadaan berubah. Dengan bantuan Allahlah ia sanggup menghadapi semuanya.
Tiba tiba suasana Aula gedung itu bertasbih. Acara wisuda heboh dengan kedatangan sosok bidadari yang anggun jelita. Mata semua lelaki memandang kearahnya. Ia menoleh. Subhanallah…” batin nya bertasbih. Sosok itu adalah luna. wajahnya yang dibalut jubah dan jilbab putih itu seakan membuat ia seperti bidadari yang baru turun dari langit.

Hatinya berdesir, jantungnya berdegup kencang. Sama seperti rasa pertama kali ia berjumpa dengan luna dulu. Alangkah beruntung orang yang menikahinya..” Batinnya mengupat..

Astaghpirullah…ia sudah menikah,, aku haram memikirkannya. getar bibirnya menepis perasaannya,
Ibunya tersenyum melihat perubahan pada anaknya. Apa lagi rul..” kamu udah pantas menikah.. kerjaanmu sudah mapan, sarjana pun sudah ditangan, semua para ibu ibu ingin bermenantukan kamu. Canda ibunya, karena ibunya tidak tahu dengan apa yang terjadi, ia hanya balas dengan senyuman. Tunggu aja bu.. pilihan Allah. Jawabnya.
Ternyata luna menghampirinya .
Assalamu’alaikum..Selamat ya mas… aku datang bersama ibu ingin melihatmu. Sapa luna dengan senyuman malu.
Wa’alaiku salam… terima kasih..ibu mu mana dan ….
Dan.. apa mas…? potong luna. Seakan luna sudah mengetahui maksud nya.. Oh ya.. kedatanganku kali ini hanya untuk menyampaikan maafku saja kok mas…dan menjelaskan apa yang terjadi padaku selama ini. Sekaligus menebus ketidakberdayaanku mas. Lanjut luna dengan wajah menunduk dengan matanya menetes kan sesuatu.
Belum sempat bertanya lagi, irul diajak luna bicara empat mata. Luna hendak menjelaskan sesuatu hal yang penting seperti yang ia tunggu selama ini.
 Baik lah.. kita ke depan mushollah saja.
Dengan air mata yang terus jatuh, luna coba menenangkan diri.
Ia menjelaskan apa yang terjadi selama ini.

Mungkin mas… telah diberi tahu ibu kejadian yang menimpaku. Tetapi semua itu berubah, ternyata takdir Allah berubah lagi. aku terus berdo’a kepada Allah, agar diberi kekuatan untuk menjalani hidup.

Umur pernikahanku dengan lelaki itu hanya bertahan satu minggu, setelah acara pesta pernikahan kami di pekan baru usai, tanpa melalui malam pertama ia lebih memilih merayakan pesta kemenangannya bersama teman temannya, pada malam itu ia bersama komplotannya merayakan pesta narkoba, dan naas, malam itu juga ia over dosis dan dibawa kerumah sakit, 1 minggu ia koma tak sadarkan diri, lalu ia tewas, aku hanya melihat proses kuasa Allah itu dengan bersyukur, Allah maha tahu penderitaan hambanya. Maka dari itu mas… Allah sedang menguji diriku.. statusku sekarang janda mas.. jelas luna panjang lebar dengan hati tegar.
Jadi ..? Ucap irul ceplos sambil melihat kondisi Luna.

Oh ya… aku sekali lagi bersyukur kepada Allah, Setelah seminggu kematian brengsek itu, aku memeriksakan diri ke dokter. Ternyata kesucianku masih utuh. Brengsek itu hanya menjebakku agar ia punya alasan untuk menikahiku. Begitu lah kisah hidupku mas… Allah masih menyayangiku..

Mendengar semua penjelasan itu, hati irul berdesir, setetes embun masuk ke dalam batinnya. Ternyata ujian Allah telah berakhir. Ia bertakbir dalam hati. Ia hendak langsung melamar luna hari itu juga.